Surat Terakhir Untuk Mama

Mungkin ini bukan untuk yang pertama kalinya aku melihat mama menangis karena kondisiku yang sudah cukup parah. Ya, aku terlalu lemah untuk bangkit dari tempat tidur ini, belum lagi infusan dan alat bantu pernafasan yang sangat mengganggu ku. Sudah terlalu lama aku terbaring disini, merepotkan semua orang karena penyakitku yang tak kunjung sembuh.


” maaf bu, sepertinya anak ibu tidak akan bertahan lama lagi “
.

” apa?? apa dokter tidak salah? tolong lakukan apa saja untuk selamatkan anak saya dokter, saya mohon “.

” sejauh ini, saya melihat tidak ada peningkatan pada anak ibu, saya harap ibu bersabar dan banyak berdo’a untuk kesembuhan Rindu “.

 

Aku tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka berdua, aku tau hal itu sangat memukul perasaan mama. Aku tidak dapat berbuat apa-apa, karena aku hanya bisa melihat dan mendengarnya saja. Untuk bangun dari tempat tidur ini, aku terlalu lemah. Tapi setidaknya mungkin aku bisa menulis sedikit kata dalam sepucuk surat untuk memberitahu semua perasaan sayang dan terima kasihku pada mama.
Hari demi hari kulewati dengan kedaanku yang seperti ini, aku berdoa pada tuhan agar aku diberi satu kesempatan untuk mengucapkan pesan terakhir kepada mama sebelum aku benar-benar pergi dari dunia ini. Mataku perlahan terbuka karena cahaya matahari, entah mengapa aku merasa sepertinya aku mendapat kekuatan baru dalam tubuhku. Aku mencoba menggerakkan kedua tanganku dan tanganku berhasil bergerak. Ada yang mengetuk pintu, saat pintu itu terbuka ternyata mama datang dengan sapaan hangatnya ‘selamat pagi sayang, Rindu anak mama yang cantik’. Andai mama tau, aku suka saat mama menyapaku seperti itu, tapi sepertinya aku akan sangat merindukan kata-kata itu ma. Ku balas dengan senyuman dan ku ucapkan ‘selamat pagi ma‘.
Mama membelaiku dan mencium keningku, sebelum suster datang memeriksaku. akhirnya suster datang mengantarkan makanan dan memeriksaku, juga menyampaikan pesan dari dokter untuk segera pergi menemuinya di ruangan. Entah kenapa aku merasa bahwa tuhan akan benar-benar menjemputku, setelah suster memeriksaku aku mengambil buku berwarna coklat tua dan ku tulis sepucuk surat untuk mama.

Untuk wanita paling tegar di dunia…

mama…, mamaku tersayang… mama tau kenapa senyum mama
jadi satu hal yang paling indah melebihi mentari pagi ini???
apa mama tau, seberapa besar rasa sayang rindu sama mama??
orang yang selalu memperjuangkan kehidupan rindu saat maut
menjelma menjadi malam gelap?
ma..ini bukan sepucuk pesan perpisahan dalam kisah rindu
tapi ini satu pesan yang akan menyampaikan semua perasaan
sayang dan cinta Rindu saat Rindu berada di sisi yang lain
Mama adalah wanita yang mengajarkan rindu banyak hal,
rindu ga akan pernah lupa bagaimana besarnya pengorbanan yang
uda mama berikan untuk mengurus rindu. Ma.., mama mau kan janji
satu hal sama rindu?? jangan pernah nangis lagi ya ma, apalagi
saat hari nya nanti. Rindu harap mama akan terus menjadi sosok
mama yang paling didamba oleh seluruh anak di dunia, seperti
rindu yang selalu bangga memiliki wanita seperti mama..

Rindu selalu sayang mama, peluk cium rindu
untuk mama…..

kepalaku terasa sakit sekali, dan akhirnya aku tidak dapat mengingat apa-apa selain suara gaduh itu. Suara yang mungkin akan menjadi suara terakhir yang aku dengarkan, tidak akan ada lagi senyum hangat dari mama di pagi hari, tidak akan lagi tawa canda kami berdua. Hari ini akan menjadi hari yang sangat berkesan khususnya bagi mama yang menemukan surat terakhir yang ku buat untuk mama. Aku benar-benar menyaksikan beberapa saat sebelum aku pergi, bagaimana mama mencoba menepati janjinya padaku saat pemakaman terakhirku. Isak tangis itu menjadi pertemuan terakhirku dengan mama setelah mama meletakkan bunga mawar putih yang selalu menjadi bunga favoritku. Dan saat itulah aku pergi dengan senyuman di bibir kecilku.

Sumber : puspapuspita.wordpress.com

~ by Oxo on June 11, 2012.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: