Puisi Romantis 1

Andai

 

Andai Aku
Bisa melayang tinggi
Akan ku bawa engkau
Mengelilingi Bumi

          Mengarungi Dunia ini
          Sesuka hati
          Dan menggapai bintang
          Hanyalah untukMu

Putus cinta

Sepertinya aku tak percaya
Saat getar tak lagi ada
Bongkahan cinta mulai hancur tak tersisa
Saat aku ungkapkan untaian kata
Sakitkan perasaan di dada
Untuk kita putuskan cinta
Maafkan atas segala rasa dan pinta
Yang membuatmu semakin menderita
Aku bukan tak berarti mencintaimu
Dengan sederhana dan segala rasa
Tapi, itulah jalan kita untuk hidup lebih bahagia
Maafkan aku cinta? 

Dari Hatiku Untukmu

 
 
 
 

Aku tahu..
Tahu bahwa kau belum mempercayaiku
Tahu bahwa kau jelas meragukanku

Aku sadar..
Sadar bahwa kau masih maya
Sadar bahwa akupun masih maya

Aku merasa..
Merasa nyaman dengan kehadiranmu
merasa tentram mendengar tawamu

Aku sakit…
Sakit karena terlalu merindukanmu
sakit karena terlalu memimpikanmu

Aku gila…
Gila karena terlalu mencintaimu
Gila karena terlalu mengharapkanmu

Tapi aku yakin…
Yakin bahwa ini benar adanya
Yakin bahwa aku menyayangimu sepenuhnya

dan aku pun percaya..
Percaya tentang sebuah rasa
percaya tentang sebuah cinta

…dari hatiku, untukmu…

Kita tak pernah salah

 

Entah apa awalnya,
kita saling mengumpat..
bukan cinta yang membuat kita salah..
diri kitalah yang begitu naif memperebutkan kesalahan..
entah apa..
aku belum mengerti makana dari kata ‘salah’
dan andai kau bisa mendengarku..
saat ini aku bisa berucap :
aku tak salah..
kau tak salah..
kita tak pernah salah..
aku salahkan diriku,
kau salahkan dirimu..
tapi tenanglah sayang..
kau dan aku tak salah..
salahkan saja waktu ;
yang tega menggunjing kita,
mempersulit gerak kita,
meniadakan kau,
dan kita terlepas karenanya..
sekali lagi aku tegaskan..
KITA TAK PERNAH SALAH…
andai bisa kita arahkanwaktu.. 

Senja Di Pelabuhan Kecil

 
Puisi di bawah ini juga karya Chairil anwar….Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpautGerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.

Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap

 

Aku dan makna

 

Teman-teman pusi dibawah ini curahan hati seseorang …..

Aku mengukir garis lengkung di bibirku
Isyaratkan rona2 hati merah muda…
Begitu lembut membelai jantungku..
Seperti ketika kehidupan berikan nyaman di waktuku..

Aku mengukir tanya di benakku..
Isyaratkan pikir yang menuntut kepastian..
Mendesak hebat menyesakkan dadaku
Seperti ketika awan gelap curahkan hujan…

Wahai kau sebuah makna..
Berikan aku setitik terang tuk langkahku…
Ketika ku ingin menggapaimu..
Dan berbisik..aku mencintaimu tanpa syarat 

Menolong hati pada jiwa

 
Gertak hati ku..
..pada jiwa ku..
 
Engkau ampuni dia?
engkau lupakan dia?
 
tak ingat pada seksa mu?
tak ingat pada janji nya pada mu?
tak ingat pada senyumannya yang palsu?
 
Gertak hati ku..
..pada jiwa ku..
 
atau
..engkau masih sayang dia..
..engkau masih rindu dia..
..engkau masih dambakan dia..
..engkau dahaga kasihnya..
engkau masih..masih..masih..
 
aduhai laksana batu besar di tepian pantai
dipukul ombak berkali..
terluka masih kukuh di situ..
tercedera masih tak tumbang..
diconteng pelawat pantai.. masih tak ganjak
 
suci..suci rindu ku
suci..suci kasih ku
suci..suci pasrah ku
 
Tuhan..
bantu aku melupakannya..
 
Krawang-bekasi (Chairil anwar)
Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati ?Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa

Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan

Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
menjaga Bung Hatta
menjaga Bung Sjahrir

Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian

Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi

 

Cinta pertama

 
Cinta yang hadir saat engkau mulai……….

Mulai belajar arti sebuah pengorbanan………
Belajar untuk memahami segala kekurangan……….
Pahami akan keikhlasan dan rasa bersyukur……..
Cinta yang siap berkorban……….
Cinta yang siap menerima………
Cinta yang siap bertarung……..
Cinta yang siap sedih…..
Cinta yang siap berharap………
Cinta yang siap berfikir……….
Saat datang dan tersadar akan suatu pilihan………
Siap menerima itu bukan sekedar keindahan………..
Berkorban tuk mempertaruhkan jiwa raga…….
Berkorban tuk taruhkan kehidupan………..
Saat engkau berikrar dan bersaksi………..
Bersaksi diseluruh alam ini……….
Bahwa dia adalah bagian dari dirimu……….
Bahwa dia adalah bagian hidupmu……..
Menerima cinta dan kasihnya………..
Menerima segala kekurangannya………
Mengukir makna hidup dalam arti nyata……
Menerima dia sebagai istri/suami tercinta……..

 

Pengorbanan 

Kujalani hidup mengaruhi samudra
Mengayuh dayung menjalankan bahtera..
Mencari penawar rasa di hati
Mencari makna cinta sejati
Kini ku tahu makna cinta

Cinta bukanlah sekedar rasa
Cinta bukanlah sekedar tutur kata
Dan cinta, bukan sekedar pengorbanan raga
Jika cinta sekedar rasa
Pasti hati kan tersiksa
Jika cinta sekedar ucapan

Manusia pasti dalam kebinasaan
Jika cinta sekedar pengorbanan
Tiada jiwa ini merasa aman
Cinta sejati adalah perasaan
Terungkap dengan ucapan
Tertuang dengan pengorbanan

 

Hanya dirimu

 
Hanya cinta yang ku punya bila ada yang kau pinta
Karena aku hanya siang yang tak berbintang
Namun akan ku berikan sinar redup seteduh rembulanSemoga dapat kau terima bila badai menerpa
Karena terlihat disana ada beda yang kan memisah
Engkau bagai bunga istana yang mendambakan kumbang
Namun dosakah aku hinggap pada bunga
Yang ada diluar istanaDapatkah engkau tanyakan pada mereka disana
Apakah cinta tercipta hanya insan yang berada
Lalu kemana agungnya cinta
Bila permata lebihnya tak berharga

Bukankah Tuhan punya rahasia dalam genggaman-Nya
Sesuatu yang bahagia pada siapa dan dimana
Tiada manusia yang dapat mengiranya

Jangan ada airmata andaikan pisah memaksa
Namun cobalah berpasrah panjatkan doa
Semoga Tuhan mengharumkan suci cinta yang kita genggam

Karena DIA yang tlah gariskan
Untuk kita saling jatuh cinta

 

Aku Pemujamu

 
Mungkin aku takkan pernah bisa
untuk ungkapkan
Semua rasa cinta ini
Meski aku sadari………
Jauh didasar hatiku
Ada getaran rasa yang membuatku ingin selalu
Memandangmu……
Jujur saja kuakui… Aku aalah pemujamu
Yang selalu berharap tanpa berani berucapTerlanjur aku, Memuja dirimu
Meski kau jauh dari sisilu…..
Ijinkan aku untuk terus, dan akan selalu
MencintaimuBila mungkin ada waktu lagi
Untukku dapatkan cintamu
Aku takkan pernah berhenti
Hingga tiba masa itu

Semakin Sayang

 
Tiba waktuku ungkapkan semua
Perasaanku terhadapmu
Yang selama ini buatku selalu
Merasa berdosa
Maafkan aku telah menyakitimu
Dan membuatmu terluka ……!
Ampuni aku, tlah membuatmu
Hidup dalam spi cemburuDan kuakui…. Perselingkuhan ini
Tak menemukan kebahagiaan yang sejati
Namun kini kusadar…..Kesetiaanmu
Membuatku ingin kembaliSejujurnya kukatakan
Aku semakin sayang kamu
Setulusnya kuberjanji
Aku takkan berpaling lagi

 
Apa itu cinta…….???
 
Oh, cinta
kau kurindu
kau kukejar
kau kudamba
Suatu saat
kau hilang
kau pergi
lenyap ke dalam sepi
Oh, cinta
apakah yang kurasa
ketika engkah t’lah tiada…?
 

Mawar Malamku

 
Mawarku.. 
Masih tertidur pulas.. 
Ingin rasanya aku memeluk dia dengan deras..
Dan membisikan sebuah kata tulus dan lugas.. 
Namun aku takut kau terbangun kala terdengar suaraku yang melas.. …
 

Hati

 
Jangan lah kau melihat ku dari luarnya…
Tapi Jobalah kau liha dari hati…
hati ku tulus untukMu…
 
 

Tak seindah,tak seperti,…..

 
Sawajarnya saja mau..?
Melakukan mudah sepenuhnya kamu
ketika walaupun aku tak bisa
bukan itu masalahnya bila kau tahu
ini logika rasa hampa meski ada
itu juga seWajarnya tanpa sebuah beda
maaf ya..
Ini juga bukan mau ku tapi..serupa
tak seindah, tak seperti… 
 

Rahasia Hati

 
kau membuat aku menunggu;
atau?
akulah yang tak mengerti, inginmu
bicaralah, atau tanyalah padaku?
mari kita selami sedalam palung hati
hingga memutih kapur rambutku pun
apa tetap seperti ini, kamu
apa yang sebenar kita ingin saling arti, rasa ?
apa yang sesungguh kita rasa, takutkah ?
bila nanti makin meraja sukma, cinta ?
ah, kurasa beda
sedikit, mungkin mulai kupahami
ini tak mudah untuk diterjemahkan hati

apa lagi kata….

 
 

Sunyi,Sepi,Sendiri

 
Sepi…
gemerlap ibu kota pernah begitu gempita
namun, sedikit pun tk mampu mengetuk pintu hati
dengan keheningan malam, dusun yang terselimuti kabut pun;
terkadang justru mampu meramaikan pelataran sukma
demi melihat karnaval bayang-banyang nya…
Sunyi…
jalan depan rumah tk pernah sunyi,
hilir-mudik ratusan kendaraan mengantarkan bermacam keperluan
sirine, klakson, knalpot…
tau entahlah..?
namun hati ni terkadang masih terasa sunyi
aku putuskan untuk terdiam dalam ruang kedap,
perlahan namun pasti anganku mulai merangkai wujud indahnya
teriring syahdu irama akustik angin malam
Sendiri
di rumah bgtu ramai
meski itu hanya ibu, kakak, dan adek
selebihnya…? ENTAHLAH… ?
itu sudah cukup alasan kalo ku tak sendiri…
namun hati ni bgtu asing,
terasa mereka bahkan dunia pun seakan sirna tertelan kesendirianku
duduk termangu beratapkan langin
ditemani seutas kesendirian
sempurna tk ada lgi lawan bicara…
diam-diam satu-dua dialog mulai terurai
hatiku bgitu riuh saat ku berbicara tentangnya
akal pun bersorak-ramai sahuti puja-puji tentang nya
Saripan, 14 Sept 2011
 

Wanita Dengan Senyum Indah

 
tidakkah kau bisa merasakan
indahnya pagi ini
seperti apa yang aku rasakan
hembusan angin membelai dengan kelembutan
membasuh sekujur tubuh yang telah jenuhaku merasakan itu…
dalam raga…
dalam jiwa…
dalam hatiku….aku bercerita tentang wanita itu
wanita dengan senyum yang indah
dihiasi dengan paras yang begitu mempesona
aku terkagum-kagum…

pagi ini semakin indah untuk bercerita
tentang wanita dengan senyum yang indah
oh…alangkah sempurna karunia Tuhan
lihatlah bagaimana ia melangkah
aku merasakan hentakan kakinya di dadaku
dia menggetarkan jantungku
memacu aliran darahku

Tuhan…apa yang aku rasa pagi ini ?
dunia ini sangat indah
bila pagi ini adalah pagi untuk seterusnya

 Sumber : Gudangpuisi.Com
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: