Puisi Romantis 2

Puisi romantis 

  

Puisi Romantis

 

Di Hatiku

untaian kata mesra

dan seribu puisi cinta yang kupunya

tak mampu menyaingi indah wajahmu

kau adalah keindahan

yang menghiasi duniaku

memandangmu…

aku berharap waktu berhenti

menyentuhmu…

seperti menyentuh sesuatu yang rapuh tapi sangat berharga

kau adalah jejak

yang iringi langkahku

kau adalah detak

yang iringi jantungku

kau adalah air mata

yang iringi tangisku

kau ada

di hatiku
Indah Sore Itu

indah sore itu

bukan pada matahari senja

yang berwarna jingga

indah sore itu

bukan pada biru samudera

di batas cakrawala

indah sore itu

adalah hitam rambutmu

yang buat aku terpana

indah sore itu

adalah biru matamu

yang memancarkan pesona

indah sore itu

adalah kamu, cinta…!

Aku Tak Pernah Berpaling

ketika musim memajang rindunya pada hujan

ada sebongkah cemas yang tak bisa kuucapkan

aku hanya ingin memelukmu dari senja hingga subuh tiba

setapak demi setapak

kudaki jalan terjal kerisauan

saat tiba di persimpangan

ingin kutanggalkan segala ragu dan rasa bosan

ooo,

betapa kebimbangan telah berubah menjadi labirin

menjadi lingkaran tanpa celah

tapi catatlah olehmu, tentang satu kepastianku

‘aku tak pernah berpaling darimu’

Mawar di Bibirmu

ketika kesunyian bolong

oleh nyanyian sumbang burung malam

aku hempaskan setumpuk penat dan kegelisahan

pada gambar wajahmu yang ayu

dan ketika senyum di bibirmu

mekar

seindah rangkaian bunga-bunga mawar

maka kerinduan ini

telah lunas terbayar

Teduh di Matamu

ada rintik hujan yang jatuh di tanah pasir

ada butir embun yang turun di rerumputan

adalah dirimu yang buatku tahu

bahwa cinta itu,

ada…!

mendekapku dalam keindahan yang abadi

seperti darah dan merahnya

seperti malam dan gelapnya

seperti teduh

yang kulihat di matamu

(Satu Hal)

Kau bertanya padaku tentang rindu

Tentang jarak yang pisahkan kita

Tentang waktu

Yang mengalir begitu cepat

Kau bertanya padaku tentang cinta

Tentang indah yang kita punya

Tentang senyum

Yang merekah begitu rapat

Kau bertanya padaku tentang mimpi

Tentang angan di ujung sana

Tentang damai

Yang tercipta begitu lambat

Aku hanya terdiam mendengarmu bersuara

Aku tahu

Kau di sana sedang menyimpan rindu begitu dalam padaku

Tapi

Aku takkan berujar panjang lebar sepertimu

Hanya

Aku ingin memberitahumu satu hal

“Don’t forget me”

Selamanya

Ya

Selamanya

DIAM BUKAN BATU

Diam bukan batu,

ku sapa namun tetap membisu.

membeku bukan gunung salju,

namun ku tahu di dalam masih membara

entah amarah atau lara,

karena kalbu tak terjaga.

atau menderu karena merindu,

bergelora karena asmara.

Sekian musim telah berlalu

entah kapan musim semi tiba

kala tunas & kuncup mekar merona

menambah pesona alam semesta

dan mengundang kumbang datang berpesta

Tebarkanlah aroma surgawimu

namun tetap kau jaga mustikamu

sebagaimana kau genggam hasrat dengan syariat Illahi

bukan dengan nafsu insani

hingga ada yang tepat jadi imam pilihan hati.

Memilikki Dirimu

hati hanya bisa mencintai sekejap

kaki hanya bisa melangkah sejauh lelah

tatapan tak selamanya indah di mata

tapi memiliki kasih sayang darimu

adalah keabadian

tak ternilai )

Ketulusan Hati

sesuatu yang tak bisa diucapkan

jangan dipaksa untuk diucapkan

sesuatu yang tak bisa diucapkan

sebaiknya dimengerti saja

karena masih banyak makna yang bisa kita rangkai

lewat sebuah ketulusan hati

maka berdirilah disampingku

dan terangi setiap jalanku

seperti Adam menerangi Hawa nya

seperti aku, yang tulus mencintaimu (diambil dari buku katakan cinta)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: