Puisi untuk Ayah

45 HELAI UBAN DAN KERUTAN

Oleh Diah Ningrum

Empatpuluhlima bukan sederet angka
Sebuah perjalanan masa
Menuju gerbang senja

Buktinya kian nyata,
Kerutan didahi dan pelupuk mata
Mengingatkan begitu banyak derita
Helaian uban menyadarkan
Bahwa kau kian menua

Langkahmu yang dulu gempita
Kini terpincang karena peristiwa
Tubuh yang tak mengenal lelah
Berteman dengan jarum insulin

Meski tubuh itu kian ringkih
Kau tetap tertawa
Melihat aku tumbuh dewasa
Bersabarlah ayah,
Akan aku biarkan kau bersandar
Seperti aku bersandar padamu

Ayah ,
Aku rindu tertawa bersama di atas gerobak tua
Saat kembali menuju sebuah tempat yang disebut rumah
Yang kau cipta dari keringat dan air mata.

AYAH
Oleh Mutia WulandariKetika malam sunyi dan semakin dingin
terdiam aku di sudut kamar yang sepi
menatap lembaran foto dengan penuh kenangan….
Ayah…. mengapa kini kau campakkan aku…
kau hancurkan semua mimpiku…
Ayah andai kau tau…. rindu ini tak lagi bermuara….
kau mimpiku selama ini….mengapa pergi tanpa perdulikan rasa ini…Ayah…. aku hanya ingin kau tau
rasa ini masih sama seperti 20 tahun yang lalu…
Kau ayahku…. selamanya kan tetap ayah ku….
Aku selalu berharap angin kan membawamu kembali ke pelukku…
PUISI UNTUK AYAH DI SURGA
Oleh Eha Siti JulaehaAyah…
Kau lah segalanya bagiku
kau lah yang selalu menjadi pelabuhan hatiku untuk berkeluh kesah
seorang pejuanyang tak pernah menyerah
yang tak pernah merasa getar untuk menggoreskan yang terbaik untuk kuAndai Ayah tau betapa berharganya Ayah bagiku
Andai Ayah tahu bahwa aku butuh Ayah
Bahwa aku sayang Ayah
Bahwa aku tak akan menjadi apa-apa tanpa AyahTak ada lagi yang bisa aku katakan
selain kata
Aku sayang Ayah
dan Terima kasih ayah untuk semua kasih sayang mu.

AYAHKU HIDUPKU
Oleh EphaAyah . .
kau lah penguat hatiku
menjadikanku anita yang tegarwanita sabar
dan pantang menyerahAyah
sepi saat kau pergi
kau begitu hebat
tak ada yang bisa menyamai mu
ataupun menggantikan posisimuAyah
aku begitu menyayangimu
keringatmu menjadi inspirasiku
sedihmu adalah deritakuAyah
dimanapun engkau berada
doaku selalu bersamamu
tangisku menjadi sumpahku
bahwa apapun yang terjadi ku slalu ingatmu

AYAH
Oleh VieanaAyah untuk mu aku ucapkan
Terimalah hormatku pada mu
Ayah untuk mu tersenyumlah , agar hari ini aku tahu kau berbahagia
Ayah saat ku melihat mu diusia 25 tahun yang lalu
Teramat gagah perkasa
Kini kau semakin berubah
Kulit mu yang kencang akhirnya keriput
Otot-otot mu yang keras kini mulai lembut perlahan kekuatannya kian menyusut
Dulu tubuh mu yang gagah semakin mengurus
Wajah mu kian tenang, maafkan anak mu Ayah
Budi jasa mu akan selalu anak mu kenang
Tak mudah terhapus zaman
Ayah adalah pahlawan sejati ku
Keringat mu yang bercucuran takan mungkin terbalaskan
walau seribu tahun aku membalaskan
Trimakasih Ayah atas jasa-jasa mu
Engkau selalu ada di Qalbu ku
Cinta mu yang tersembunyi namun merasuk qalbu anak-anakmu
Bahwa cinta mu dan kasih sayang mu takkan pernah terukur betapa mulia
Enkau adalah sosok Ayah pahlawan, sang idolaku hidupku
Yang tak akan luntur sampai akhir zaman
AYAH BUNDA
Oleh Elfira BungaDalam hening aku berkhayal
tentang kisah kasih yang hilang
kisah yang dulu kurasakan bahagia
bersama mu ayah dan bunda

Dengan keegoisan kalian
seakan melupakanku
dengan amarah kalian
seakan menganggap aku tidak ada

Ayah…… Bunda……
dimana kasih yang dulu pernah ada
dimana cinta yang dulu pernah membara
mengapa semua seolah tidak pernah ada

Tidak pernahkah kau merasakan sedihnya aku
disaat aku harus memilih cinta kalian
tidak pernahkah kau melihat aku
betapa aku sangat membutuhkan kasih sayang kalian

Tuhan………
aku tidak meminta untuk dilahirkan dengan keadaan seperti ini
aku tidak meminta kemewahan didunia ini
tapi……. izinkan aku mengembalikan cinta yang hilang

AYAH

Oleh Nisa Lyla Lebihdaribintang (Annisa Wibawanti)

Ayah …
Kau berkorban untuk anakmu dan keluargamu
Kau yang telah bekerja keras
Untuk mencukupi kebutuhan hidup keluargamu

Oh Ayah …
Sungguh mulia dirimu bagiku
Kau telah berjasa dalam keluargamu
Bahkan kau rela lelah
Demi mendapatkan penghasilan yang cukup untuk kebutuhan hidup keluargamu

Ayah …
Aku sungguh berterima kasih padamu
Kau pahlawan bagi keluargamu

BIARKAN KU BAHAGIA BERSAMANYA

Oleh Nisa Lyla Lebihdaribintang (Annisa Wibawanti)

Ayah …
Kau berkorban untuk anakmu dan keluargamu
Kau yang telah bekerja keras
Untuk mencukupi kebutuhan hidup keluargamu

Oh Ayah …
Sungguh mulia dirimu bagiku
Kau telah berjasa dalam keluargamu
Bahkan kau rela lelah
Demi mendapatkan penghasilan yang cukup untuk kebutuhan hidup keluargamu

Ayah …
Aku sungguh berterima kasih padamu
Kau pahlawan bagi keluargamu

SEMANGAT AYAH

Oleh Eva

Ayah
Kau begitu berarti bagiku
Kau adalah pahlawan di dalam hidupku
Kau tak pernah mengenal lelah

Ayah
Semangat mu sungguh luar biasa
Semangat bekerja mu luar biasa
Tak kenal lelah demi menafkahi keluarga mu

Ayah
Maafkan aku yang hanya bisa meminta uang
Tanpa memikirkan betapa susahnya mecari uang
Tanpa memikirkan keringat yang keluar dari hasil kerja mu

DOA TITIPAN AYAH

Oleh Zulfikar Efendi

Aku rindu kasih sayang mu, Ayah
Merasakan hangatnya peluk mu
Menanti canda tawa mu
Hadir mu hilangkan pilu ku

Ayah, ku akui aku salah
Bukan aku engkar ayah
Tapi, hanya terlalu luka untuk ku ingat semua
Mengenang yang pernah kita lalui bersama

Ayah
Mungkin ibu sudah cerita
Lewat do’a
Tentang aku yang tak sering kunjungi rumah kita lagi

Ayah
Aku mohon maaf
Memang tak akan dapat ku balasi kembali jasa-jasa mu
Meski kejelasan bersemayam disini, ayah.

Ayah, maafkan anak mu
Terlalu banyak aku menyusahkan mu
Lelap tidur mu sering terganggu
Karna aku, karna tangis saat ku terbangun kecil dulu.

Tuhan
Aku mohon
Tempatkan ayah ku disisi-Mu

Ayah, Aku telah aku kirimkan do’a yang ayah ajarkan dulu untuk ku
Ayah, tenanglah disana
Aku akan menyusul mu.

ANAK KECIL

Oleh Herman Subarkah

Aku tak melihat ayah dan bunda
Mereka pergi untukku melawan dunia
Melewati hutan, berhenti di sungai ketika senja
Berdoa untukku di keheningan malam menjelma

Aku disini bersama kakek, nenek, dan kedua sepupuku
Terlihat ramai, namun tak menghilang rasa sepiku
Kesepian akan kebersamaan ayah dan bundaku
Kesepianku yang selalu bertanya di kepalaku
“Cepatlah pulang ayah, bunda, aku rindu?”
Kerinduan yang selalu dekat dibenakku
Dan aku selalu berdoa dengan harapan membelenggu
“Aku ingin bersama mereka Tuhan dan tak ingin terpisah lagi” permohonanku

Bermain di sore hari begitu menyenangkan namun mengganggu
Ketika bunda dan ayah mereka berbicara merayu
“Sudah hampir malam, mari pulang anakku?”
Kedua mata dan telinga ini tak kuasa dengan semua itu

Dan malam-malam pun berlalu seperti biasa
Di sudut kamar kecilku aku berbaring, menunggu terpejamnya mata
Membayangkan, lalu memimpikan ayah dan bunda
Berbisik dalam gelap, “semoga esok aku bisa bertemu mereka”

Ketika waktu itu tiba, dan mereka pulang membawa sesuatu
Memelukku seraya berkata, “anakku, apa kabarmu?”
Aku mendekap dan menjawab dengan rasa kegiranganku
Serayaku berkata pada-Nya, “Jangan pisahkan lagi aku dengan mereka Tuhan, aku mohon…”

Dan waktu-waktu indah itu berlalu begitu cepat
Secepat ketinggian menuju kerendahan yang tak melambat
Dan permohonan-permohonanku kepada Tuhan semakin menguat
Terjaga tetesan air mata untuk kerinduan hati yang begitu melekat

SETIAP BULAN BERANJAK TUA
Oleh Daviatul Umam el-SPadahal masih jam dua
Bantal sudah mengaum keras tiada henti
Hingga tubuhnya terbebas dari penjara mimpi
Bangkit dengan sayap baru tak teriring keletihan
Memanggil, memulihkan mata bunda
Sampai bangkit pula
Dua-duanya merelakan ranjang sendirian
Kendatipun ada sisa rindu yang pesonaDisiapkannya pangan-pangan seikhlas bunda dari kediaman
Bergegas kaki ia kemudian
Bersama kanca yang bermusafir dalam satu bahtera
Kadang tertatih-tatih menyendiri
Menyongsong sepi, melawan pasti
Jikalau lambat diri dari pengaduan letihPantas diakui dalam perjalanannya sehari
Di tengah samudera yang berlumuran sakal
Diamuk ketandusan yang tak karuan
Sebagai pelampiasan mendung pada tubuhnya
:Bila penghujan
Diterjang gemuruh ombak yang semakin menggelombang
Tak sadar para keringat telah bertumpahan
Saat menarik pajhang
Digenangi ribuan matahari berteka-teki
:Bila kemarau.

GETAR MALAM RINDUKU

Oleh Eko Putra NgudiraharjoIngin ku gali gundukan itu
Dan mencabut papan nama setiap dukaku
Biarlah nafasku memeluk tentangmu
Puisi-puisi gelap menimangkuSajak berairmata merangkulku
Dan merambatkan tiap ratap disekitar gelap
Seolah kau utus jangkrik untuk memejamkan lelahku
Nyanyi cerita tentang dahaga merindu
Seolah kau titipkan restumu
Lewat dingin malam menyuapMantra-mantra penghapus basah tatapku
Tiap dendang lantun macapat mengiring sendu
Seperti suara hati yang tersampaikan padaku
Bahkan suara gitar berbeda saat anganku

Menuju kenangmu
Getar yang mencakar, melahirkan syair bak
pujangga berlagu
Ini untukmu, itu buatmu, dan doa sebagai bhaktiku
Miss u bapak ngudi raharjo.

AYAH
Oleh Ratih Anjelia NingrumDisetiap tetes keringatmu
Di derai lelah nafas mu
Si penuhi kasih sayang yang luar biasa
Demi aku kau rela si sengat matahari
Hujan pun tak dapat membatasi mu
untuk aku anakmu…
Si setiap doamu kau haturkan segenap harapanAyah…
kan ku jaga setiap nasehatmu
Di setiapnafas ku
Di relung hati akan ku hangatkan nmamu
Akan ku kobarkan semua impianmu
Hanya untuk menikmati senyumu
Di ufuk senjamu
Ayah

KERINDUAN
Oleh Niki Ayu Anggini

Ayah dimana engkau berada
disini aku merindukanmu
menginginkan untuk berjumpa
merindukan akan belaianmu

Kasih sayangmu selalu ku rindu
engkau selalu hadir dimimpi
mimpi yang begitu nyata bagiku
menginginkan engkau untuk kembali

Aku selalu mengharapkan engkau hadir
menemani aku setiap hari
menemani masa pertumbuhanku ini

Aku tumbuuh menjadi besar
tanpa engkau disisiku
tanpa engkau yang menemani hari-hariku

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: